Hambar ...
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh..
Assalamualaikum Para Blogger,..
Gimana kabarnya pagi ini? Sudah sarapankah? Atau lagi puasa senin? Alhamdulillah, hari ini dan semoga di jam-jam berikutnya, Allah masih memberi kita nikmat kesehatan, nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat hidayah untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi, dan yakinlah segala proses, segala rasa yang kita punya, Allah Tahu semuanya, dan kita mungkin bisa berbohong atau berpura-pura di mata manusia, namun TIDAK di mata Allah, so, Jujurlah kepada Allah apa adanya. Karena DIA menyukai hamba-hamba yang jujur..
Bicara soal jujur, aku juga mau jujur tentang apa yang aku rasa pagi ini. Jujur, Pagi ini rasanya hambar banget. Rasanya ada sesuatu yang hilang. Sesuatu yang seperti balon, lalu balon itu terbang ke udara. Aku hanya bisa membiarkan balon itu terbang, karena jika balon itu lama aku pegang, balon tersebut bisa jadi akan kempes seiring berjalannya waktu. Balon itu bisa pecah karena tertusuk jarum. Dan, mungkin tangan ini tidak bisa lama menggenggam tali yang mengikat balon. Jadi, tangan ini akan membiarkan balon itu terbang, meski nantinya, di postingan-postingan selanjutnya, akan banyak kata hambar.
Sebenernya, aku tidak suka ke-hambaran-seperti ini. Karena sejujurnya aku tidak tahu apa yang hilang. Motivasikah? Atau aku yang terlalu lemah dengan segala rasa yang aku pikir itu suatu anugerah. Nggak! Ini tidak menyinggung cinta-cinta an dan segala perkara pink lainnya. Mungkin, ini tentang sesuatu yang kukira putih. Dan sesuatu yang aku kira putih itu justru sekarang membuat aku hambar. Ya, Hambar. Seperti rasa nasi putih yang hambar. Begitulah yang aku rasa sekarang. Dan...Allah menjadikan hari ini menjadi hambar. dan rasa hambar itu harus diterbangkan..harus dibuat happy. Ah...Andai aku berada di puncak Prau sekarang, aku pasti akan berteriak sekencang-kencangnya, meneriakan Takbir agar Allah tahu, mood yang aku punya, sudah tak sebagus dulu. Mood berubah dan perubahan itu menerbangkan semua yang aku kira putih.
Tak ada manusia yang sempurna memang. Tapi...aku adalah sanguinis yang setia, yang berpikir positive. Namun, kadang aku juga memutuskan untuk mengambil seribu langkah. Mungkin aku salah, tapi seruba langkah jauh lebih baik dari pada sebuah kemarahan. Jadi, semua yang aku kira putih hanyalah kesemuan. Mungkin, ini cara Allah memberikan jawaban, secara langsung, di depan mataku sendiri.
Aku, pagi ini..kembali membenamkan muka ke dalam Al-qur'an. Aku yakin, Allah akan menunjukkan yang sejatinya benar dan salah. Aku meminta, muka ini agar selalu tenggelam dalam kalam-kalam Allah, karena..dari situlah, Allah menunjukkan setiap inci dari kebenaran. Aku pikir, aku tidak beruntung, tapi..sekarang aku yakin, Aku perempuan yang beruntung, dengan mata kepala sendiri, aku tahu..mana yang pantas untuk ada dan mana yang tidak seharusnya ada.
Dan..kehambaran ini membuat aku semakin ingin membenamkan muka-ku ke dalam Al-quran. Introspeksi diri tentang segala sesuatu yang berlebihan, pengharapan yang berlebihan, dan semua hal yang berlebihan. Aku belajar dari balon gas yang aku terbangkan kemarin. Membiarkan balon gas itu terbang...sejujurnya mata ini sudah melihat sebuah kebenaran, tak ada lagi putih yang kukira putih...mata ini telah melihat cekla-cela kehambaran..dan hari ini aku benar-benar merasa hambar. Itulah kenapa..aku ingin lebih cepat sampai kantor, duduk, sendirian di ruang yang belum ada satu pun orang datang. Saat kehambaran ini, aku tahu, yang hanya bisa membaca semua ini hanyalah malaikat Allah..yang bisa mengusir kehambaran ini juga Allah..lalu???DEKETIN ALLAH..
Yaudah, I have to breakfast..hehe
Wassalamualaikum, Para blogger :)
Senin Semangat!!
note: ilustrasi blog dikutip dari https://publicdomainvectors.org/id/tag/emoticon..
tengkyuu blogger! #suppourtbloggerdong


Comments
Post a Comment