My Ramadhan: Hari ke-4
Assalamualaikum Para Blogger..
Sudah Sholat Subuhkah? Alhamdulillah klo udah...secara ini udah jam 5 Pagi. Oya, ini adalah postingan pertamaku tentang Ramadhan 1438 Hijriah. Semoga Allah memberiku waktu untuk menulis di hari-hari berikutnya, entah menulis dengan Laptop putihku ini, atau dengan smartphone. Yang jelas, aku ingin mengabadikan setiap moment di Ramadan ini, Ramadhan yang sangat sangat wonderfull, Masya Allah.
Saat mengetik ini, aku ditemani oleh suara merdu Muzzamil Hasballah, pemuda penghafal Al-quran dari negeri serambih mekkah. Namun, tentu hanya suara dari channel youtube. Em, ngomong-ngomong soal Muzzamil Hasballah, Alhamdulillah, di Maret 2017, Allah meng-ijabah doaku untuk bisa bertemu langsung dengan Muzzamil Hasbalah. Waktu itu, aku dipercaya buat menjadi koordinator acara Muslim Yout Night Remaja Islam Sunda Kelapa dan kami mengundang beliau. Rasanya seperti mimpi, orang yang tadinya hanya aku kenal via youtube dan sangat aku kagumi karena bacaan quran beliau yang indah, saat itu bisa tatap muka dan ngobrol langsung. YA..Robb, terima kasih atas hadiah yang indah waktu itu, dan itu selalu akan aku jadikan semangat di jalan dakwah yang indah, yang kreatif, dan insyaa Allah berkesinambungan. Allah...terima kasih telah mendengar doa-doa sederhana hamba :) Alhamdulillah..
Okey, back to topic. Ramadhan...ada banyak hal yang membuatku berdecak kagum di Ramadhan tahun ini. Suasana yang berbeda, ibadah yang insyaa Allah bersemangat, orang-orang yang aku temui saat berbuka, dan masih banyak lagi. Aku hanya bisa berkata, TERIMA KASIH YANG ALLAH, Engkau telah memberiku kesempatan untuk merasakan Ramdhan Tahun ini.
Pagi ini, aku masih berada di kamar kost an ku, My Private Room, tempat aku menulis dan melepas lelah, kamar tempat aku menghabiskan malam-malam sunyi untuk meminta kepada Robb-ku, juga kamar saat aku merasa sendiri dan rinduberkumpul bersama keluarga, ya...Aku rindu pulang, aku rindu menatap wajah ayah dan ibuku secara langsung, aku rindu curhat dengan kakak perempuanku, aku rindu melihat wajah adik laku-lakiku. Tapi...aku ga boleh cengeng. Ini mungkin cara untuk menjadi lebih dewasa. Aku yang memutuskan untuk merantau, aku juga yang harus menanggung segala plus dan minus saat jauh dari rumah. Ah...bukannya aku harus terbiasa dengan semua ini.
Tapi hari ini, aku sadar. Saat aku merasa rindu rumah, saat aku galau, aku harus banyak mendekatkan hatiku kepada Alquran, agar aku tenang. Agar aku tidak lama larut dalam sepi-sepi yang kuciptakan sendiri. Setiap anak pasti merindukan orang tuannya, dan setiap orang tua pasti merindukan anaknya. Biarlah baktiku kepada Ayah dan Ibu terbayarkan dengan niat dan tekat menjadi wanita sholeha. Ya, aku ingin menjadi permata bagi keluargaku. Seperti halnya namaku yang diberikan oleh ibuku,, Aku ingin menjadi permata bagi keluargaku, aku ingin mempersembahkan ibadah terbaik untuk Robbku, dan aku ingin menjadi anak yang mnejaga amanah kedua orang tuanya. Aku sangat merindukan ibuku, ayahku, tapi..cukup aku ungkapkan rinduku saat aku sendirian dan semoga para malaikat Allah membawa rinduku hingga ke langitnya.
Aku rindu rumah. Aku rindu masakan ibuku. Aku rindu berbuka puasa bersama. Namun, semoga rindu ini bisa tergantikan dengan aku berkumpul bersama sahabat-sahabat terbaikku di Remaja ISlam Sunda Kelapa. Rindu itu menghilang saat aku melihat wajah-wajah sahabat yang gokil namun tetap dengan ketaatan kepada Robbi, rindu itu mendadak hilang saat kami membagikan hidangan berbuka untuk para jamaah yang berbuka, rindu itu perlahan hilang saat kami sholat tahajut di jam 2 pagi. Rindu itu benar-benar hilang saat kami melingkar bersama saat makan sahur dan berbuka.Dan...janji Allah benar adanya, bahwa DIA akan memberkan ketenangan bagi hati yang selalu menuju ke JalanNya..dan ketenangan itu datang saat aku menjadi bagian dari masjid.
Robbi..terima kasih atas takdir yang indah ini. Terima kasih telah mengundangku ke rumahMU.
Ramadhan memang masih 26 hari lagi, tapi aku merasa sangat bahagia dan beruntung sudah bisa menginjak angka 4 dari perjalanan panjang ramadhan. Istiqomahkan kami, Ya Robbi...
Subuh yang Indah,
4 Ramadhan 1438 Hijriah,
Salam,
Lajma Khanie
a.k.a
Dwi Permatasari
note: gambar dikutip dari http://www.tongkronganislami.net/2016/05/orang-orang-yang-rugi-dalam-bulan.html


Comments
Post a Comment