Mengaji di Atas Awan (2)

Assalamualaikum Para Blogger. Em...Aku flu berat sekarang. Tapi...aku masih semangat pengen nulis di postingan kali ini. Rasanya...baru kemaren kami teriak teriak di gunung, menyuarakan takbir si dinginnya suhu Prau. Aku, yang menurut pandangan orang,gak ada tampang anak gunung, dengan izin Allah, bisa menginjakkan kaki di atas Prau. Satu per satu mimpi terwujud. Menyaksikan indahnya bintang yang masyaa Allah, indah banget nget nget! Berjalan bersama sahabat-sahabat kiriman Allah, tertawa bareng mereka. Duh...sumpah...aku kangen banget dgn the gesrek. Kangen kegokilan kami,sekaligus ketaatan kami. Bener kata Rasullullah..kalo kita ingin mengetahui karakter orang, maka pergilah jauh dengan mereka. Em...banyak hal yang aku pelajari dari traveling kmren. DAN AKU BAHAGIA. Menyaksikan indahnya ciotaannya bareng sahabat terbaik. Em...moment yg berharga banget dalam hidupku. Yang gak pernah aku lupa.

Aku sekarang punya satu impian yg ingin aku hadiahkan untuk the gesrek. AKU ingin menulis perjalanan 3 hari kami dalam sebuah novel perjalanan. Aku tidak ingin melewatkan satu detikpun. Dan..Aku berharap...novel ini bisa menjadi obat kangen buat para the gesrek...
Aku merasa beruntung, Allah mentakdirkan ku menjadi bagian dari ekspedisi Prau 12-14 Mei 2017. Perjalanan yang hanya kami dan Tuhan yang tahu luar biasanya waktu itu.
Ya Allah...mampukan hamba menulis perjalanan kami. Mampukan hamba menulis hikmah yang bisa kami ambil dan aku sharing ke pembaca.

Era pendakian ala ala 5 cm udah lewat. Ini bukan soal cinta dan pendakian yang aku lihat di mata Genta, Zafran,Riani,dan penghuni novel 5 cm. TAPI INI CERITA TENTANG KAMI, 11 REMAJA YANG MENGGEMAKAN SUARA LANGIT. ALLAHUAKBAR!

Ya Allah..mampukan hamba untuk menulis kisah kami. Mampukan hamba untuk menghadiahkan novel ini untuk sahabat-sahabat terbaik hamba di pendakian Prau.
Karena...anna uhibbukum fillah...

Jakarta, 20 Mei 2017
-lanjut nulis Mengaji di atas Awan.

Comments

Popular Posts