Saat Al-qur'an Membuatku Jatuh Cinta
Assalamualaikum, Para Blogger..
Gimana pabarnya, pagi ini? :)
Semoga selalu dalam lindungan Allah azza wa jalla..
Oya, sudahkan kita mendoakan orang-orang yang kita sayangi, hari ini? So, lima menit mengheningkan cipta dulu, untuk membayangkan wajah lelah ibu, wajah bersahaja bapak, wajah imut kakak, dan wajah yang sekarang akan beranjak dewasa, wajah adik kita... (kita?) hehe..
Oya, di postingan kali ini, aku ingin bercerita saat Al-quran membuatku jatuh cinta. Ya, cinta yang ingin aku ikat sampai aku menutup mata. Cinta yang gak bisa aku ungkapkan hanya bisa aku rasakan. Cinta yang hanya Allah yang mengetahuinya. Karena, jika aku utarakan cintaku di depan manusia, bisa jadi kita dipandang sok apalah-apalah. Tapi, aku ingin menuliskan sejarahku di blog ini. Perasaan bahagia karena telah memiliki rasa cinta dengan Al-quran yang senantiasa akan aku jaga.
Aku berdoa kepada Allah, semoga rasa cintaku semakin hari semakin bertambah, aku ingin meninggal saat membaca Al-quran, aku ingin membawa Al-quran, kemana pun kaki ini melangkah. Aku ingin bersama Al-qur'an, aku ingin mengamalkan apa yang tertulis di dalamnya. Aku ingin jatuh cinta dengan orang yang juga mencintai Al-quran, aku ingin hidup bersama orang yang ada Al-quran di dalam hatinya, dan aku ingin, anak cucu ku kelak juga mencintai Al-quran, menghafalnya, dan menjadikan Al-quran sebaik-baik teman duduk.
Al-quran selalu membuatku takjub setiap kali aku membaca artinya. Kadang kuduk ini merinding saat aku membaca terjemahan tentang siksa Alqur'an, aku juga sedih saat Alquran menceritakan perjuangan nabi dan Rasul, Alquran membuatku kagum dengan cerita Ashabul Kahfi, Al-quran membuatku tak bisa berpaling saat membaca arti alwaqiah, Al-quran membuatku semakin ingin dekat dengan surat Al-mulk, Al-quran membuatku berdecak kagum dengan ceita para orang alim dahulu, dan...dan tiba-tiba Al-quran membuatku menangis...menangis secara tiba-tiba tampa aku tau sebabnya. Mungkin aku bersyukur...aku bisa membaca Al-quran di saat orang masih enggan membacanya dan mungkin terbata-bata dalam mebacanya.
Saat aku sedih dan rapuh, aku kembali ke Al-quran, memeluk al-quran, membacanya dengan air mata yang jatuh. Saat merasa takut dengan petir dan geledek (dua hal yang aku takuti), aku membaca al-quran sebanyak-banyaknya. Saat aku bingung mau ngapain, aku baca Al-quran, dan saat aku jatuh cinta, aku kembali ke Al-quran. Karena, hati yang kembali kepada Al-quran aku lebih terang. Ya, Aku mencintai Al-quran! Aku ingin membacanya, mengamalkannya membuat setiap darahku larut dalam bacaan quran. Aku berharap bisa menghafal Al-quran, menamkannya ke kepala dan hatiku. Aku juga yakin, orang yang mencintai Al-quran akan dicintai Langit. Ya, langit akan mendengar setiap haru yang ada di mata para pecinta Al-quran.
Saat Al-quran Membuatku Jatuh Cinta, saat itulah aku merasa..dunia begitu indah :)
Jakarta, 9 Mei 2017
Terima kasih ya Allah, karena Engkau telah menitipkan cinta ini...saat ini..dan semoga hingga akhir hayat hamba. Amiin.
Gimana pabarnya, pagi ini? :)
Semoga selalu dalam lindungan Allah azza wa jalla..
Oya, sudahkan kita mendoakan orang-orang yang kita sayangi, hari ini? So, lima menit mengheningkan cipta dulu, untuk membayangkan wajah lelah ibu, wajah bersahaja bapak, wajah imut kakak, dan wajah yang sekarang akan beranjak dewasa, wajah adik kita... (kita?) hehe..
Oya, di postingan kali ini, aku ingin bercerita saat Al-quran membuatku jatuh cinta. Ya, cinta yang ingin aku ikat sampai aku menutup mata. Cinta yang gak bisa aku ungkapkan hanya bisa aku rasakan. Cinta yang hanya Allah yang mengetahuinya. Karena, jika aku utarakan cintaku di depan manusia, bisa jadi kita dipandang sok apalah-apalah. Tapi, aku ingin menuliskan sejarahku di blog ini. Perasaan bahagia karena telah memiliki rasa cinta dengan Al-quran yang senantiasa akan aku jaga.
Aku berdoa kepada Allah, semoga rasa cintaku semakin hari semakin bertambah, aku ingin meninggal saat membaca Al-quran, aku ingin membawa Al-quran, kemana pun kaki ini melangkah. Aku ingin bersama Al-qur'an, aku ingin mengamalkan apa yang tertulis di dalamnya. Aku ingin jatuh cinta dengan orang yang juga mencintai Al-quran, aku ingin hidup bersama orang yang ada Al-quran di dalam hatinya, dan aku ingin, anak cucu ku kelak juga mencintai Al-quran, menghafalnya, dan menjadikan Al-quran sebaik-baik teman duduk.
Al-quran selalu membuatku takjub setiap kali aku membaca artinya. Kadang kuduk ini merinding saat aku membaca terjemahan tentang siksa Alqur'an, aku juga sedih saat Alquran menceritakan perjuangan nabi dan Rasul, Alquran membuatku kagum dengan cerita Ashabul Kahfi, Al-quran membuatku tak bisa berpaling saat membaca arti alwaqiah, Al-quran membuatku semakin ingin dekat dengan surat Al-mulk, Al-quran membuatku berdecak kagum dengan ceita para orang alim dahulu, dan...dan tiba-tiba Al-quran membuatku menangis...menangis secara tiba-tiba tampa aku tau sebabnya. Mungkin aku bersyukur...aku bisa membaca Al-quran di saat orang masih enggan membacanya dan mungkin terbata-bata dalam mebacanya.
Saat aku sedih dan rapuh, aku kembali ke Al-quran, memeluk al-quran, membacanya dengan air mata yang jatuh. Saat merasa takut dengan petir dan geledek (dua hal yang aku takuti), aku membaca al-quran sebanyak-banyaknya. Saat aku bingung mau ngapain, aku baca Al-quran, dan saat aku jatuh cinta, aku kembali ke Al-quran. Karena, hati yang kembali kepada Al-quran aku lebih terang. Ya, Aku mencintai Al-quran! Aku ingin membacanya, mengamalkannya membuat setiap darahku larut dalam bacaan quran. Aku berharap bisa menghafal Al-quran, menamkannya ke kepala dan hatiku. Aku juga yakin, orang yang mencintai Al-quran akan dicintai Langit. Ya, langit akan mendengar setiap haru yang ada di mata para pecinta Al-quran.
Saat Al-quran Membuatku Jatuh Cinta, saat itulah aku merasa..dunia begitu indah :)
Jakarta, 9 Mei 2017
Terima kasih ya Allah, karena Engkau telah menitipkan cinta ini...saat ini..dan semoga hingga akhir hayat hamba. Amiin.

Comments
Post a Comment