Catatan Sya'ban
Assalamualaikum Para Blogger...Selamat Malam, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Amiin.
Hari ini tanggal 25 Mei 2017, itu artinya sudah 2 hari aku absen dari menulis di blog. Agak berasa ada yang aneh, karena aku merasa, ada yang ingin aku tulis di sini, tentang rasa, tentang takut, dan juga bangga. Tiga hal yang bisa aku review dari 2 hari yang telah lewat. Let's check it out!
TENTANG TAKUT
Para Blogger,
Udah dulu yah...
selamat bertabayun, jangan lupa surat Al-Mulk sebelum bobok yach..
Wassalamualaikum.. :)
Lajma Khanie
aka
Dwi Permatasari
Hari ini tanggal 25 Mei 2017, itu artinya sudah 2 hari aku absen dari menulis di blog. Agak berasa ada yang aneh, karena aku merasa, ada yang ingin aku tulis di sini, tentang rasa, tentang takut, dan juga bangga. Tiga hal yang bisa aku review dari 2 hari yang telah lewat. Let's check it out!
TENTANG RASA
- Sepanjang aku hidup di dunia ini, Allah telah memberikan skenario terbaikNya, Yang aku cukup lakukan adalah berpikir, merenung, dan bersyukur, tentang apa adanya rasa yang kita punya. (Kita?) Nggak! Maksudnya aku doang, ding! Hanya aku dan Tuhan yang mungkin tahu. Dan kehambaran yang aku rasakan tempo hari, kembali datang. Bahkan gumpalannya bukan lagi sebesar kepalan tangan tapi sudah seperti raksasa bola salju. Yang siap menggelinding. Istana pasir yang aku buat seolah dihamtam oleh dinginnya bola salju. Dan kehambaran yang aku rasa, terjawab sudah. Aku harus memutuskan untuk menyingkirkan bola salju itu atau aku harus menghancurkan istana pasirku sendiri. Dan..aku memilih menghancurkan istana pasirku sendiri biar bola salju bisa menjadi bola salju yang indah dan dimankan oleh anak-anak yang senang bola salju. Dan begitulah aku, dititik kesimpulan tentang sebongkah rasa yang kini akan kubiarkan dingin, aku harus sadar, seperti apa Allah mengatur semuanya. Cepat atau lambat, semua akan jelas. Dan kejelasan sekarang atau nanti adalah kejelasan yang tidak bisa diganggu gugat. Saatnya menyadari, bahwa matahari terbit di ufuk timur dan terbenam di ufuk barat. Tapi..aku tak akan mengarahkan cahaya matahari pada gumpalan bola salju. Biarkan bola salju itu menemukan bola salju yang lain, sehingga bola salju bisa membuat anak-anak senang memainkannya. Ini bukan tentang cerita indah cinderela atau beauty and the beest. Ini tentang keikhlasan untuk pindah, mengangkul pasir, mengotori tangan, dan membuat istana pasir yang baru. Karena apa yang telah ada di depan mata, dan dua kali kenyataan yang ada, harusnya membuatku sadar, bukan aku yang salah, tapi waktu yng tak pernah memihak. Jadi, stop bermain bola salju dan biarkan bola salju kembali ke lapangan es yang lapang.
Saat kita berusaha mengikhlaskan, di situlah Allah melihat kepasrahan kita. dan itu adalah langkah awal untuk sebuah kemenangan hati. Ikhlas untuk beranjak pergi.
TENTANG TAKUT
- Sore tadi, sehabis sholat maghrib, aku harus balik ke kost an. Tapi...rasanya, ada yang beda. Tragedi Bom di Kampung Melayu kemarin malam (24 Mei 2017) membuat aku getir. Ya...aku jadi takut untuk keluar. Aku takut terjadi apa-apa. Jarak antara kost an ku dan Masjid Agung Sunda Kelapa lebih kurang 16 KM. Itu artinya, aku harus menempuh perjalanan yang kurang lebih 1 jam. Dan.kalau terjadi apa-apa gimana? Aku kembali takut, tapi aku menyakinkan diri bahwa nyawa seorang makhluk itu berada di tangan Tuhannya. Jadi, nggak perlu khawatir Dwiii. Bismillah! Banyakin dzikir di jalan! dan yang paling penting, ibadah dulu sebelum jalan. Kerjakan Sholat dan baca Alquran. Tapi...aku masih gusar! Aku lalu baca istigfar sebanyak banyaknya untuk membuat tenang. Ya, akhirnya aku memesan ojek online untuk pulang. Dalam perjalanan pulang, aku merenung. Ketakutan yang aku rasakan sekarang mungkin beribu-ribu kali lipat besarnya dari ketakutan muslim di Palestina, Allepo, juga Negara yang terserang konflik. Di negara merek, suara bom bukan hanya sekali dua kali, tapi mungkin setiap hari. Ada jga yang hujan bom! dan mungkin betapa takutnya mereka menghadapi ganasnya bom yang berkali lipat ledakannya dari tragedi naas kampung melayu. Ya...Allah,,,jadi begini rasanya? Aku membatin. dan sekejap, wajah adik-adik yang menangis di Palestina, memenuhi lamunanku saat pulang.
Ya Allah..Engkau pasti akan menguji hamba-hambamu dengan kelaparan, kekurangan buah-buahan, dan ketakutan...maka kuatkanlah kami dan sadarkan kami ya Allah..karena itu, cabutlah rasa takut di hati hamba dan tanamkanlah rasa malu di akarnya.Amiin.
TENTANG BANGGA
- Hari ini, ada satu agenda yang akan aku ingat sepanjang jalan menuju dakwah. Ya...agenda yang menguatkan hatiku untuk tetap berjuang di jalan yang diridhoi Allah. Aku hari ini berada dalam lingkaran dauroh. Ya, Dauroh yang mendekatkank pada sahabat-sahabat muslimah, Ada nikita, ada Kak Nadia, ada Kak Vina, Kak Opie, Mbak Jihan, Kurnia, Nurul, Kak chira, Mbk Astri, Mbk Fitri, Kak Uchinara, Mbk Yani dan Mbk Muji, dan lain sebagainya. Total yang hadir adalah 23 orang muslimah. Aku..merasa beruntung dan bersyukur, Allah memberiku ilmu melalui kajian kemuslimahan hari ini. Jujur, ini speerti vitamin yang menyehatkan dan menguatkan. Ada semangat yang bercampur dengan ilmu. Karena, jika semngat saja itu sama aja kosong, dan jika hanya ilmu saja, itu sama aja sombong. dan kedua hal tersebut menjadikan aku bangga. Ya, bangga karena Allah telah membukakan pintu-pintu ilmu. Allah juga telah mempertemukanku dengan Pembicara Dauroh (Mbk Yani yang lugas dan Mbk Muji yang Tegas)..banyaaak ilmu yang aku dapatkan hari ini. Oya, Qodarullah, hari ini aku ditunjuuk sebagai MC di acara Dauroh. Alhamdulillah, tugas MC juga sudah terlaksana...Masyaa Allah...Alhamdulilah..bisa berkontribusi di dlingkaran kecil,,,semoga suatu hari, Allah menmbah ilmuku tentang jalan dakwah dan cinta sejati..agara aku bisa berbagi dengan teman-teman lain, di lingkaran yang lebih luas, untuk juga menjadikan muslimah sebagai sosok yang amazing!! Amiiin.
Para Blogger,
Udah dulu yah...
selamat bertabayun, jangan lupa surat Al-Mulk sebelum bobok yach..
Wassalamualaikum.. :)
Lajma Khanie
aka
Dwi Permatasari


Comments
Post a Comment